Jumat, 12 Desember 2008

PERAWATAN MIKA LAMPU

Sama seperti mika helm, mika batok lampu motor sekarang rawan baret. Ketika hujan banyak kotoran dan keburu mengering, jangan gegabah untuk mengelapnya. Walau kain lap dalam kondisi basah, efeknya sudah jelas.

Debu dan kerikil halus yang menempel di permukaan mika akan ikut terseret kain dan menimbulkan baret halus. “Kalau sudah baret, cahaya lampu bias dan membuat mata silau,” jelas Zaen Martin yang buka lapak stiker dan variasi gaul di Jl. Pakubuwono dan Petukangan, Jakarta Selatan.

Memang buat yang kurang paham, biasanya dalam keadaan kotor, mika lampu langsung diseka kain lap tanpa bantuan siraman air. Bahkan ada yang sengaja mengandalkan cairan pembersih produk instan, dengan perlakuan proses pembersihan yang sama.







Padahal cara aman untuk membersihkan mika lampu, baiknya gunakan cairan pembersih berbahan kimia ringan (gbr. 1). Bisa pakai shampo rambut, sabun bayi atau cairan pembersih khusus yang semuanya bisa dicampur air hangat untuk mempercepat proses penghancur kotoran.

Sebaliknya bila pakai cairan khusus dengan kandungan kimia keras yang kerap dipakai untuk pembersih kaca. Meski bersih, ada kemungkinan memperburuk kondisi mika. Contohnya timbul retak-retak seperti kaca helm yang sering kena terik matahari.

“Soalnya mika lampu bukan kaca seperti diterap motor sport. Kaca kan sering muncul jamur, hingga perlu dimusnahkan pakai cairan pemusnah khusus,” lanjut Zaen Martin.
Jadi, biar tetap cemerlang, saat kena kotoran jangan langsung diseka kain. Sekali lagi jangan, meski sudah didukung cairan khusus, guyur atau basahi dulu pakai air bersih. Lalu campurkan air hangat dan shampo untuk dioleskan ke mika dengan bantuan kuas halus sampai semua rata.

Setelah air shampo aktif bekerja, baru deh diguyur lagi pakai air bersih (gbr. 2). Nah, begitu tampak sudah tidak ada kotoran lagi, baru dilap pakai kain bersih untuk kembali kinclong. Ingat, usahakan pilih kain berpori-pori halus. Sebab selain tidak bikin baret, permukaan mika yang rata dan bersih tidak bikin residu gampang bersarang.

Ingat tuh.




sumber : motorplus-online.com
Rating: 4.5

Jumat, 05 Desember 2008

Konfigurasi driver Bluetooth BCM2045A for Windows XP

BCM2045A merupakan versi dari driver keluaran broadcom, yang mana dapat dipakai pada windows xp. Biasanya jika kita membeli bluetooth, ada kalanya bluetooth tersebut tidak disertai dengan driver yang dapat digunakan untuk proses "pengenalan" pada windows. Hal ini dikarenakan bluetooth yang beredar sekarang ini drivernya sudah disediakan oleh windows xp. Namun jika diantara kamu ada yang menemukan kasus seperti yang saya alami beberapa waktu yang lalu, dimana ketika ingin memakai bluetooth untuk koneksi dengan hp saya mendapati bahwa ternyata driver yang diminta oleh versi bluetooth (BCM2045A) tersebut tidak disediakan windows.





Berikut adalah cara untuk mengakali permintaan driver tersebut.

1. pasang bluetooth pada usb
2. setelah muncul pesan permintaan driver untuk bcm2045a, maka biarkan saja



3. masuk pada properties my komputer - hardware - device manager
4. klik kanan pada BCM2045A pilih properties - details - hardware ids



5. kemudian catat id yang kedua ("USB\VID_0A5C&PID_2045")



6. setelah itu buka file bth.inf pada Windows-Inf, kemudian cari "2033" dan ganti dengan 2045A (jika pada windows folder "Inf" tidak ada file bth.inf, maka dapat mengedit file bth.ini yang kemudian nantinya harus disimpan dengan extensi ".inf")



7. Pada "Transceiver= BthUsb, USB\VID_0A5C&PID_xxxx" id yang dibelakang koma bthusb diganti dengan id yang sudah dicatat sebelumnya. Setelah itu save file bth.inf kemudian cabut dan pasang kembali bluetooth pada usb setelah muncul pesan yang sama pada awal tadi, maka pilih manual...trus masuk pada bluetooh radio device dan pilih broadcom.biarkan proses instalasi driver sampai selesai.


sumber




Rating: 4.5

Selasa, 02 Desember 2008

Yamaha Jupiter MX 135LC 2008 (Binuang)

Penakluk Si Komeng

Yamaha Jupiter MX 135LC ditaklukan Yudhistira. Tepatnya di Yamaha Asian Cup Road Racing (YACRC) 2008, Asian Cup of Road Racing (ACRR) 2008 seri pamungkas di Sirkuit Binuang, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Meski masih berumur 15 tahun, Yudhis sanggup bikin selisih 1 detik dengan rider Jepang dan Cina. Dua negara bersaing untuk mengumpulkan poin juara umum negara.

Kalau bicara berat badan, Yudhis bukanlah yang termasuk ringan di ACRR 2008 Binuang. Di situ ada Maruyama Shunichi bobot tubuhnya sama, sekitar 35 kg. “Bukan itu. Pembalap Indonesia tahu karakter motor dan tekniknya bagus. Ini motor standar, tinggal skill yang dilombakan,” bilang Ryosuke Nakaki dari Jepun yang lihai menekuk GP Mono di All Japang Championship.



Artinya, Yudhis punya kuncian sendiri untuk menaklukan si Komeng di kejuaraan balap motor antar negara itu. Untungnya Yudhis nggak compang-camping geber MX135 di Binuang, seperti Komeng di iklan.

“Motor enggak bisa digas full dan disentak. Putaran mesinnya dibatasi. Yang penting bagaimana keluar tikungan lebih cepat,” bilang putra dari H. Jajam, Direktur sirkuit Binuang, Banjarmasin.

Regulasi ACCR memang ketat. Boleh diganti cuma knalpot, foot step, CDI, sokbreker belakang dan ban depan-belakang. “Kita setting yang aman aja. Jangan sampai putaran atas kering. Mesin bisa nggak awet,” beber Zainuddin alias Bang Jay, mekanik senior yang dipercaya menangani tim Indonesia di ACCR Binuang.

Setting ulang karburator jadi penting supaya enggak terjadi campuran miskin bensin. Efeknya tenaga mesin bisa ngedrop. Pilihan spuyer MX135 yang dipakai di ACCR Binuang pilot-jet 17,5 sampai 20 dan main-jet 98 sampai 102.

“Saya memilih tenaga menengah-atasnya lebih cepat. Soalnya di sini, kan banyak tikungan,” ungkap Yudhis yang bergabung di H. Rihan Racing Team, Binuang.

Makanya, Yudhis kelihatan lebih cepat di kelokan dibanding trek lurus. Untungnya karakter mesin Jupiter MX135 dengan standar racing cukup membantu gaya balap Yudhis.

EDISI KHUSUS


Pemasok komponen resmi Asian Cup of Road Racing (ACRR) dari PT Mitra Lestari Motorindo (MLM). Semua ini sudah lewat izin pabrikan Yamaha Indonesia sebagai sponsor utama dan FIM-UAM sebagai penggagas ACRR 2008 di Binuang. “Mereka (maksudnya MLM) yang siap dan terbukti secara kualitas,” bilang Ari Wibisono, Motor Sport Division Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Makanya, MLM bikin komponen sesuai regulasi ACRR. Seperti CDI yang hanya bikin putaran mesin maksimum 13.000 rpm. Termasuk juga knalpot yang dirancang sesuai spesifikasi mesin standar racing. Begitu juga sok yang dirancang supaya nggak bermasalah ketika manuver.

“Sempat kewalahan waktu ditunjuk sama panitia. Knalpot, CDI, dan sokbreker dibikin khusus buat balap ini. Tentu sesuai aturan FIM-UAM,” bilang Benny Rachmawan dari Product Development MLM, Jakarta.

DATA MODIFIKASI


Ban depan-belakang : FDR Sport XT-R 90/80-17
Sokbreker belakang : YSS MO 302 205T
CDI : TDR
Rantai : 415x130 DX
Gir depan-belakang : DID 14-55
Knalpot : TDR

sumber : motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/126
Rating: 4.5
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...