Selasa, 21 Oktober 2008

Istilah Teknik di Balap | Durasi dan Overlap

Setelah mengetahui sekitar karakter mesin lewat perbandingan panjang langkah dan diameter piston, kita juga bisa tau tipikal mesin dengan mengenali durasi kem. ”Intinya, makin besar durasi, maka power mesin akan lebih didapat di putaran yang lebih tinggi,” jelas Ibnu Sambodo, mekanik bengkel khusus 4-tak Manual Tech di Yogyakarta.

Jika membaca kamus besar bahasa Indonesia, durasi adalah lama waktu dalam melakukan sesuatu. Nah, di urusan mesin 4 langkah, durasi itu adalah lamanya putaran kem dalam membuka klep. “Karena yang dihitung jarak memutar kem, maka satuannya derajat,” jelas Ibnu yang juga memiliki tim balap papan atas, Suzuki IRC Elf Manual Tech itu.



Lamanya durasi ini dihitung dari mulai membuka sampai menutup klep. Baik itu klep masuk atau in maupun klep buang atau ex. Menurut Ibnu lagi, durasi bukaan klep masuk dan klep buang bisa sama, atau berbeda. Tapi, biasanya sama atau bukaan klep masuk lebih lama. Tidak mungkin durasi klep buang lebih lama dari klep masuk. Karena jika itu terjadi mesin akan susah hidup.

Metode mengukur durasi bervariasi. Ada yang diukur mulai membukanya klep, ada juga yang mengukur setelah klep terbuka 0,1 milimeter (mm). “Kalau di balap, rata-rata mekanik sepakat untuk menghitung durasi kem dimulai setelah klep terbuka 1 mm. Karena kalau di mesin untuk balap, sebelum 1 mili itu belum terjadi apa-apa,” papar mekanik ramping itu again.

Biar tidak bingung, kita ambil contoh. Mudahnya, kem durasi klep in dan ex sama. Misalnya, klep in membuka 250 sebelum Titik Mati Atas (TMA) dan menutup 50 derajat setelah Titik Mati Bawah (TMB). Sedang klep ex mangap 50 derajat sebelum TMB dan mingkem 25 derajat setelah TMA.

Untuk menghitung durasi klep in adalah 25 + 180 + 50, hasilnya 255 derajat. Sedang klep ex adalah 50 + 18 + 25, totalnya 255 derajat. Pertanyaannya, kenapa ada angka 180 di sana? Ibnu yang menjawab, 18 derajat perlu ditambahkan, karena saat klep ex membuka saat piston bergerak dari TMA menuju ke TMB. Klep ex terbuka terus hingga piston melewati TMA lagi dan baru menutup sebelum menuju TMB. Nah, dari TMB yang pertama ke TMA kan sudah berjarak 180 derajat. Jadi, dari situlah munculnya angka 180 derajat.

Dari durasi klep masuk dan klep buang tadi kita juga menemukan istilah overlap. Overlap ini terjadi karena sementara klep out akan menutup, klep in sudah membuka. Biar gak bingung perhatiin diagram. Masih kata Ibnu, overlap berguna membilas gas sisa yang udah terbakar. Lama overlap pun menentukan sifat mesin. “Makin besar overlap, maka mesin cenderung lebih bertenaga di rpm atas,” ucap Begawan 4-Tak itu.

Nah, jika melihat spek di atas, maka overlap-nya adalah 50 derajat.


sumber : motorplus

Rating: 4.5

Sabtu, 18 Oktober 2008

Cara Mudah Membuat Windows Menjadi Original

Sedikit piracy mania, Pengguna Microsoft Windows yang terhubung ke Internet, mengaktifkan Auto Update, dan memakai Windows yang bajakan tentunya bisa jadi (atau bahkan cenderung) akan mendapatkan kotak dialog seperti Gambar ketika akan Logon ke Desktop, kecuali sebelumnya Windows sudah pernah di-patch untuk menghasilkan Windows yang Genuine alias dianggap Original.

Bahkan notifikasi ini bisa saja muncul sewaktu-waktu bahkan ketika kita sedang mengadakan presentasi kepada klien, bos, dan bahkan kepada pejabat.

Ada banyak cara untuk membuat Windows menjadi ‘Original’. Banyak tersedia aplikasi patcher, Windows Genuine Maker, WPA Editor, dsb yang semuanya bertujuan untuk membuat Windows bajakan menjadi ‘Original’.

Aplikasi-aplikasi tersebut bisa dengan mudah ditemukan di mesin pencari. Namun, seringkali disusupi trojan, atau sering tidak dapat berjalan dengan baik disebabkan Windows sudah terlebih dahulu diidentifikasi sebagai Software bajakan oleh sang empunya software, yakni Microsoft.

Cara yang paling mudah untuk mendapatkan Windows yang ‘original’ tanpa harus menginstall, mengganti serial number, mengedit WPA, dsb adalah sebagai berikut:

1. Logon sebagai Administrator (atau yang mempunyai hak akses administrator).
2. Buka aplikasi Notepad,
3. Kopikan text berikut ini ke dalam Notepad,

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion]
"CurrentBuild"="1.511.1 () (Obsolete data - do not use)"
"ProductId"="55274-640-1011873-23081"
"DigitalProductId"=hex:a4,00,00,00,03,\
00,0,00,35,35,32,37,34,2d,36,34,30,2d,\
31,30,31,31,38,37,33,2d,32,33,30,38,31,\
00,2e,00,00,00,41,32,32,2d,30,30,30,\
30,31,00,00,00,00,00,00,00,86,56,4e,4c,\
21,1b,2b,6a,a3,78,8e,8f,98,5c,00,00,\
00,00,00,00,dd,da,47,41,cc,6b,06,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,38,31,\
30,32,36,00,00,00,00,00,00,00,b5,16,\
00,00,83,83,1f,38,f8,01,00,00,f5,1c,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,00,\
00,00,00,00,66,e5,70,f3
"LicenseInfo"=hex:33,b7,21,c1,e5,e7,cd,\
4b,fd,7c,c6,35,51,fd,52,57,17,86,3e,18,\
d3,f4,8c,8e,35,32,7b,d1,43,8d,61,38,60,\
a4,ca,55,c9,9a,35,17,46,7a,4f,91,fc,\
4a,d9,db,64,5c,c4,e2,0f,34,f3,ea

[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\
CurrentVersion\WPAEvents]
"OOBETimer"=hex:ff,d5,71,d6,8b,6a,8d,6f,d5,33,93,fd

atau download filenya disini

4. Simpan file dengan nama license.reg,
5. Klik ganda file license.reg, bila ada pertanyaan konfirmasi, pilih Yes.
6. Windows Anda kini ‘original’ dan silakan mengaktifkan Automatic Updates.


Rating: 4.5

Rabu, 15 Oktober 2008

Fungsi Limiter CDI

CDI Racing Vs CDI Unlimiter

Banyak yang alergi terhadap CDI limiter. Terutama CDI bawaan pabrik motor. Katanya bikin motor tidak bertenaga dan loyo. Itu karena putaran mesin dibatasi 9.500 rpm dan jika digeber lebih tinggi lagi akan mbrebet. Jadinya mesin tidak teriak lantang. Wuengg…. bet…bet..

Padahal limiter atau pembatas putaran punya maksud. Bukan suatu kelemahan atau kebodohan pabrikan, lho. Justru Si Jepang sudah berpikir maju ke depan. Soalnya limiter memang cocok dipakai untuk motor harian alias bukan buat balapan.

Banyak pertimbangan, kenapa motor harian harus diberi limiter. Pertama dan yang penting bagi yang tahu karakter mesin bisa lihat dari grafik hasil dynotest. Untuk motor harian, tenaga maksimum berkisar di gasingan 6.500-9.500 rpm.

Sebagai contoh diambil dari spesifikasi teknik asli pabrik. Yamaha Jupiter MX 135LC, tenaga maksimum 11,33 dk pada 8.500 rpm. Contoh lain Satria F-150 power maksimum 11 dk pada 9.500 rpm. Padahal putaran mesin MX dan Satria F bisa digeber lebih tinggi dari 9.500 rpm. Namun tenaga maksimumnya di rpm 8.500 dan 9.500 rpm itu.

Angka lebih kecil lagi boleh lihat di Supra X 125. Power terbesar 9,5 PS (9,3 dk) pada 7.500 rpm. Padahal Supra X 125 ini bisa digeber sampai 9.500 rpm juga. Namun tenaga terbesarnya justru di 7.500 rpm itu. Meski digeber lebih tinggi lagi percuma, tenaganya akan drop.

Perancang atau orang dari bagian Reseaerch and Development (R&D) pabrikan tahu betul soal itu. “Makanya putaran mesin dikasih limiter. Supaya tidak sia-sia dan bikin bensin terbuang percuma,” analisis Pendy Suryanda dari bagian training roda dua PT Indomobil Niaga International (IMNI).

Pak Pendy mengajak lihat grafik hasil dynotest milik Bintang Racing Team pada Suzuki Satria F-150. Kurva power menanjak dari rpm bawah sampai 9.000 rpm dan didapat tenaga maksimal 12,7 dk. Setelah lewat dari gasingan 9.000 rpm, kurva power akan ngedrop alias turun drastis.

Jadi, akan percuma jika gasingan mesin tidak dibatasi alias unlimiter. “Hasilnya tenaga ngedrop tapi sedotan bensin bertambah deras. Ini yang bikin boros bensin,” ungkap pria berkacamata itu.

Pertimbangan lain memasang limiter di motor standar untuk didapatkan endurance yang tinggi. Putaran mesin dibatasi bikin awet komponen. Maklum material yang dipakai memang untuk motor harian alias bukan buat balap. Pantas jika pabrikan berani kasih garansi 3 tahun.
TORSI BUKAN DI RPM PUNCAK
Torsi memang ada hubungan dengan power. Dari rumusnya memang berbanding lurus. Jika torsi besar, tenaga bakal gede. Karakter power dan torsi juga sama. Letaknya bukan di rpm puncak melainkan di tengah.

Sebagai contoh Honda Supra X 125, torsi maksimum 1,03 kf.m pada 4.000 rpm. Padahal putaran mesin Supra X 125 lebih dari itu kan. Ini yang bikin irit bebek 125 buatan Honda ini. Soalnya torsi besar di gasingan bawah. Untuk mendapatkan tarikan tidak perlu bejek gas.

Torsi juga ada hubungan dengan penghematan bensin. Coba bandingkan dengan rivalnya Suzuki Shogun 125. Torsi maksimumnya 1,1 kg.m pada gasingan mesin 6.500 rpm. Torsi berada di rpm lebih tinggi dibanding Supra X 125. Ini yang bikin Shogun 125 lebih boros.

Ini juga yang sebenarnya membuat pabrikan pasang limiter di CDI motor standar. Akan percuma putaran tidak dibatasi tapi tenaga malah ngedrop. Apalagi bensin ikutan boros juga. Ditambah lagi komponen yang jadi minta cepat diganti.

MOTOR BALAP BUTUH UNLIMITER
Karakter motor balap memang beda. Tenaga maksimum letaknya di rpm 11.000 atau lebih. Jika masih menggunakan CDI standar yang limiternya di 9.500 rpm, powernya tidak akan keluar. Soalnya tertahan putaran yang juga sudah dibatasi.

Untuk itu limiter harus dibuang. Atau limiter digeser di 17.000 rpm misalnya. Maksudnya, supaya tenaga motor keluar semua. Ini maksudnya pilih CDI unlimiter atau CDI racing. Cocoknya di motor balap.

TETAP BUTUH LIMITER
CDI racing memang identik dengan unlimiter. Padahal yang namanya CDI racing itu juga ada limiternya. Namun posisinya tidak di 9.500 rpm, digeser di 17.000 rpm misalnya. Lebih dari itu untuk ukuran motor cc kecil percuma. Soalnya rentang power band paling di antara 10.000 sampai 11.500 rpm.

Perlu diketahui juga, untuk motor balap tetap butuh limiter. “Maksudnya guna membatasi putaran supaya tidak kelewatan yang berakibat mesin jebol. Makanya CDI BRT dilengkapi program limiter. Bisa dipakai atau dilepas. Tinggal seting saja,” promosi Tomy Huang, bos CDI Cibinong.

Tomy dalam merancang CDI mengikuti kemauan pasar. Artinya fleksibel, limiter bisa dipasang atau dilepas. “Tinggal atur lewat program atau tombol yang ada di CDI,” terang pria berkacamata itu.


sumber : motorplus
Rating: 4.5
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...