Rabu, 21 Mei 2008

Bikin Premium Setara Pertamax

Bahan Bakar Etanol

PICAda cara mudah untuk membuat Premium setara Pertamax. Cukup dicampur etanol. Sudah sering dengar etanol kan? Pastinya itu bukan dodol yang asli Garut, Jawa Barat. Tapi, sejenis cairan etil-alkohol. “Kandungan alkoholnya mencapai 99,9%,” buka H. Tjetjep Sudirman, manajerdepo dan instalasi PT Elnusa Petrofin di Plumpang, Jakarta Utara.

Etanol mudah dibuat. Rumus kimianya C2H6O. Proses pembuatannya sama eperti bikin tape atau peyeumyang jugabisa menghasilkan alkohol. Gampang kan? Etanol untuk bahan bakar biasanya dari tebu (molase) atau singkong.PIC

Campuran antara etanol dengan Premium itu kalau di SPBU biasa disebut Bio Premium. Kata Bio itu berasal dari etanol yang artinya hidup. Sebab etanol dibuat dari tumbuhan hidup macam tebu atau singkong.

Nah, untuk meramunya tidak perlu ngajak mbok jamu. Premium yang memiliki angka oktan 88 cukup dicampur etanol yang punya angka oktan 118. Dengan perbandingan 10% dan 90%. Dengan begitu, angka oktan menjadi (10% x 118) + (90% x 88) = 91. Angka itu mendekati Pertamax Plus yang memiliki oktan 95.

“Untuk motor harian cukup campurkan 10% etanol dengan BBM yang dipakai,” pesan pria akrab dipanggil Pak Haji ini. Lebih dari itu, oksigen dalam mesin akan berlebihan. Angka spuyer perlu dinaikkan lagi karena busi akan menjadi terlalu kering.

Jadi, jika 3 liter Premium harus dicampur dengan 300 ml etanol. Jika 1 liter etanol seharga Rp 19.000, maka 300 ml hanya sekitar Rp 1.900. Murah kan? Nah, kalau mau mendapatkan etanol secara cepat tidak perlu bikin tape dulu. Bisa belanja langsung ke toko kimia.

SETARA AVGAS
Di balap, campuran bahan bakar ini sudah dicoba langsung. Dilakoni oleh Graha Racing Team (GRT) dengan pembalap Ilham Onga. Terakhir, ngetes di event Country FDR Bank Antha Graha Speed Challenge 2008 di trek dadakan Alam Sutera Tangerang, minggu lalu.

Etanol dicampur Pertamax untuk menggantikan Bensol atau Avgas yang memiliki nilai oktan 99,5. “Terbukti mampu mendongkrak oktan Pertamak Plus hampir setara dengan Avgas,” yakin Pak Haji lagi.

Hitungannya Pertamax Plus yang punya 95 sebanyak 85% dicampur etanol yang beroktan 118 sebanyak 15%. Menjadi (85% x 95) + (15% x 118)= 98,45. Untuk lebih mendekati oktan Avgas, tinggal menambahkan kadar etanol. Gampang, murah dan juga ramah lingkungan.

Tapi ingat, motor keluaran di bawah tahun 2000 mesti lebih hati-hati. Biasanya motor itu dirancang tidak untuk diisi bensin tanpa timbel. Sedang Pertamax tidak ada timbal atau timah hitam. Sehingga dikhawatirkan dudukan klep jadi cepat rusak.

Timah hitam yang tidak ada di Pertamax itu juga punya keunggulan. Pyang pasti, bikin mesin lebih adem. Jadi, jika mesin lama pakai Pertamax dikhawatirkan bakal mudah jebol meski dalam jangka waktu lama.

Satu hal lagi yang mesti diperhatikan. “Karena etanol memiliki sifat melarutkan karet, sehingga bisa mengancam kekuatan sil klep,” pesan Pak Haji.

DI MANA BELI ETANOL
1. PT Sumber Kita Indah. Kawasan Industri MM 2100, Cibitung. Telepon (021) 89982903-09.
2. PT Kreatif Energy Indonesia. Sona Topaz Tower, Lt. 15, Jl. Jend Sudirman, Kav. 26, Jakarta Pusat. Telepon (021) 2506660.
3. Institut Pertania Bogor. Jl. Raya Pajajaran, Bogor. Telepon (0251) 330970.


sumber :motorplus-online.com/articles.asp?id=12476
Rating: 4.5

Senin, 19 Mei 2008

M1 Rossi Versi Bebek

Yamaha Jupiter MX 135LC 2006

Fans berat sama Valentino Rossi yang membuat Jani Satria makin gila. Bukan cuma sosok orang yang diidolakan. Yamaha M1 800 cc pacuan Valentinik juga begitu didambakan. Tak heran jika MX miliknya dipermak mirip tunggangan tim Fiat Yamaha. Hanya saja, motor doi cuma bebek.

Jani yang tinggal di Argomulyo, Sedayu, Bantul, Jogja ini bukan kerja sama dengan Jeremy Burges, mekanik Rossi. Tapi, diserahkan kepada builder muda, Didi Jhony, pemilik rumah modifikasi Jhony Custom.
Sebelumnya mereka berembuk dahulu ngomong masalah konsep. Dari beberapa yang ditawarkan Didi, akhirnya di ACC alias acal cetuju caja modif mirip gacoan Rossi. “Siapa tahu dengan modif begitu bisa ikutan banyak hoki.” harap Jani.



Sebagai langkah awal main telanjang dulu. Semua baju MX langsung dilucuti. Kemudian kaki depan atau sok depan yang standar diover alir buatan Gaz’i. Dengan alasan selain lebih modis juga tambah kuat.

Kaki belakang atau swing-arm dipasang model pisang Aprilia RS125 yang diklaim sebagai barang handmade Jhony Custom. Sok belakang tetap menggunakan monosok asli. Hanya saja pemasangan kudu disinergikan dengan arm buatan dewek itu.

Sekian saat telanjang, kini giliran menyiapkan baju atau fairing. Fairing yang asli tetap digunakan, hanya saja mengalami peruhan dengan bantuan fiberglass. Contohnya dibatok lampu. Di bagian ini lampu diganti di cover depan. Sedang dibatok kepala didesain seperti motor buat balap.

Tutup mesin juga banyak mengalami perubahan. Semula kecil, kini jadi besar dan tambah serasi dengan fairing asli. Dan perubahan lain juga tampak diujung buritan atau ekor. Lampu stop belakang sengaja dicetak ulang dengan fiberglass cair warna merah.

Masih demi menyesuaikan tampilan, jok dibikin single atau tunggal. “Kemudian, karena mesin sudah sedikit mengalami bore up, knalpot asli diganti jenis racing variasi,” jelas bro dari Jl. Janti, No. 88A, Jogja.

KOK DIJUAL?
Setelah fairing kelar, lantas dicat atau digrafis sesuai motif Fiat Yamaha milik Valentino Rossi. “Rupanya hoki Rossi menular ke saya. Karena motor saya dibeli orang Medan seharga Rp 16 juta,” bangga Joni yang juga anggota Yamaha MX135 Club Indonesia (YMCI) ini. Mungkin, gara-gara dijual prestasi Rossi di 2007 ikut melorot.

DATA MODIFIKASI
Ban depan Swallow 100/70-17
Ban belakang Swallow 120/70-17
Cakram + kaliper Daytona double piston
HP builder 0813-9220-7040


sumber : motorplus-online.com/articles.asp?id=10946
Rating: 4.5

Sabtu, 03 Mei 2008

Menutup Lubang AIS | Menambah Power dan Hemat

AIS merupakan kepanjangan dari Air Induction Sistem. Punya fungsi mengurangi kepekatan gas buang atau polusi. Tentu lewat cara menginjeksikan udara ke dalam lubang exhaust. Sehingga polutan lebih rendah dan dianggap ramah lingkungan.

Teknologi AIS ada di motor baru mulai dari 2006 sampai sekarang. Gunanya memenuhi standar Euro 2 atau Euro 3. Secara performa mesin, AIS memang tidak menambah tenaga. Bahkan katanya malah mengurangi power. Mungkin karena campuran udara yang diinjeksikan menghambat laju gas buang.

Hal ini membuat banyak mekanik berpikir jika AIS dilepas lebih bagus, tenaga juga jadi lebih plong. Seperti dilakukan Riky Akira, dia bukan adik Akira Toriyama yang pengarang komik terkenal Dragon Ball itu, tapi anggota MX Riders Community.

Biar nggak salah lepas AIS tentunya harus tahu dulu sistemnya. Perhatikan bongkahan yang diikat di kepala silinder. Itu merupakan rumah atau katup AIS. Di tempat itu ada tiga slang yang menuju AIS. Slang dari filter udara, slang dari intake manifold dan slang yang menuju lubang buang di head.

Untuk menonaktifkan tidak perlu menunggu AIS berbuat korupsi seperti anggota DPR. Kapan aja, AIS bersedia dilepas dari jabatannya itu. Tapi cara yang paling mudah melepasnya adalah cukup copot slang yang menuju lubang buang lewat head.

Nutupnya cukup pakai lem besi (gbr. 1),” kata Riky. Selain dengan lem besi juga bisa ditutup pakai baut seukuran baut lubang oli motor (gbr. 2). Khusus di MX seukuran baut 14. Kalo di Mio atau Nouvo gunakan baut 10. Ini sudah cukup, tidak akan pengaruh terhadap kinerja mesin.

Kalau memang benar-benar mau melapas AIS secara total, semua slang harus dilepas. Perlu diingat, bekas slang itu harus ditutup atau harus dimatikan. Seperti yang menuju manifold dan yang mengarah ke filter udara.

Berdasarkan pengalaman Riky, selain irit biaya langkah ini juga bikin motor lebih hemat. “Lebih irit dibanding kalau pakai knalpot racing tanpa menutup lubang AIS,” yakin warga Pondok Gede, Jakarta Timur itu.


sumber : motorplus-online.com/articles.asp?id=12445
Rating: 4.5
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...