Selasa, 05 Mei 2009

Membuat Dan Tes BBA (Bahan Bakar Air)

Rahasia Bahan Bakar Air
Air sebagai bahan bakar masih saja menjadi polemik. Pihak yang masih mempertanyakan karena belum percaya bahwa air yang begitu gampang didapat bisa bikin mesin bekerja. Bahan bakar air (BBA) memang dalam prosesnya sudah tidak berbentuk cair lagi, tapi gas.

“Karena itu bagi yang awam akan bingung. Masak sih air yang cair itu bisa dibakar, memangnya minyak,” kata Ir. Futung Mustari, penulis buku Rahasia Bahan Bakar Air. Nah, untuk menjadikan air bisa dibakar harus diubah menjadi gas. Gas hasil elektrolisa ini diberi nama Brown Gas, sesuai nama penemunya, Yull Brown asal Sidney Australia pada 1974.



Bagi sebagian pihak yang sudah berhasil melakukan proses elektrolisa ini, rangkaian dan ilmu itu masih dikeep atau disimpan buat sendiri. Beda halnya bagi Futung dan Hamzah Muh Ba’abud. Mereka penuh semangat membagi ilmu bagi siapa saja yang ingin tahu dan bisa membuat proses elektrolisa sendiri. Rangkaian karya mereka siap untuk dibelah dan dijabarkan.


“Hasil elektrolisa air menghasilkan gas H-H-O. H atau hidrogen itulah yang dimasukan dalam proses pembakaran di mesin sehingga menghasilkan tenaga,” kata Hamzah. Untuk membuat tabung penghasil hidrogen atau generator hidrogen itu sangat sederhana.

“Yang dibutuhkan tabung, elektroda dan arus yang bisa diambil dari sepul motor,” lanjut Hamzah lagi. Tabung digunakan sebagai penampung air. Elektroda dibuat dari lempengan atau tabung stainless steel. Sedang masalah arus tinggal dibuatkan rangkaian dari sepul ke tabung air yang dilanjutkan untuk disalurkan ke elektroda tadi.

Untuk tabung disarankan menggunakan dari kaca. “Karena kalau dari plastik khawatir ikut bereaksi saat diberi arus, sehingga gas hidrogen yang dihasilkan tidak sempurna. Kalau kaca aman,” lanjut Hamzah yang asal Malang ini.

Sementara itu untuk elektroda, jika berbentuk lempengan, maka harus dibuat beberapa lapis. “Semakin banyak lempengan, gas hidrogen yang dihasilkan juga lebih banyak,” timpal Futung. Jika dibuat berbentuk tabung, maka cukup terdiri dari dua lapisan terpisah.

Saat arus listrik masuk, maka secara otomatis unsur H dan O di air tadi langsung memisahkan diri. “Hidrogen ke kutub negatif dan oksigen ke kutub positif di lempengan itu,” beber Futung lagi. Karena sudah berbentuk gas, maka otomatis akan keluar dari tabung, dan keluarnya inilah yang disalurkan.

Gas itu sebelum menuju intake dan bercampur dengan hasil pengabutan di karbu, supaya aman dilewatkan dulu ke tabung buffer. “Hal itu supaya jika seandainya ada api balik dari intake, nggak akan membuat generator hidrogen meledak,” terang Hamzah lagi.

Setelah melewati buffer tadi, baru deh gas disalurkan ke dalam intake. Memamg harus melubangi intake supaya slangnya bisa dimasukkan. Jika rangkaian ini sudah menyatu, silakan menikmati pengiritan dan tenaga lebih yang dihasilkan.

bih rinci dan tertarik berkonsultasi, biisa menghubungi Futung Mustari di sekterariat Saving Energy Institute di Jl. M. Kahfi I, No. 2, RT 02/06 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Telepon (021) 93761814. Dalam waktu dekat mereka juga akan mengadakan seminar dan pelatihan membuat alat ini.

IRIT DAN BERTENAGA


Kenapa motor yang sudah disuntikan hidrogen ini lebih irit dan bertenaga? Dari hasil uji coba yang kami lakukan, efisiensi bensin bisa mencapai 40%. Pada tes yang dilakukan di Suzuki Shogun B 6237 SCG, konsumsi bensin 1 liter untuk 56 km. Padahal sabelumnya motor keluaran 2004 ini hanya bisa di angka 1 liter : 40 km.

Selain itu tidak ada gejala ngelitik yang artinya tidak ada masalah sama tenaga. Bahkan power terasa selalu ada. “Itu disebabkan hydrogen lebih cepat terbakar dan menghasilkan ledakan besar. Tarikan gas terasa padat dan mantap terus,” kata Hamzah.

Selain itu penggunaan BBA ini sangat ramah lingkungan. Suzuki Shogun 125 tadi juga kami uji dengan alat uji emisi dari kantor Kementrian Lingkungan Hidup di Jl. DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Hasilnya, persentase CO menurun dari 2,22% menjadi 1,39%. Begitu juga HC (hydro carbon), turun drastis dari 542 ppm menjadi 299 ppm. Kedua unsur tadi racun yang sangat berbahaya dari hasil pembakaran di mesin.

FAKTA TENTANG HIDROGEN


1. Hidrogen punya kecepatan terbakar 3.600 x lebih cepat dibanding bensin. Karena itu proses ledakan di ruang bakar lebih cepat sehingga motor lebih responsif.
2. Jika meledak di ruang bakar, maka hidrogen menghasilkan panas yang jauh di bawah bensin. Sehingga suhu ruang mesin lebih dingin dibanding pembakaran bensin.
3. Ledakan hidrogen bersifat implosive, bukan eksplosive. Artinya hanya menghasilkan tenaga dengan panas rendah. Ingat, ledakan bom Hiroshima dan Nagasaki. Keduanya menggunakan bom hidrogen dan efek kerusakannya sangat luar biasa akibat energi yang dilepaskan dari ledakan itu.
4. Jika menggunakan hydrogen, maka kondisi ruang bakar akan lebih bersih. Itu karena sifat gas ini yang sangat gampang mengikat karbon. Nah tumpukan kotoran di ruang bakar tadi terdiri dari tumpukan karbon. Jika diikat oleh hidrogen dalam pembakaran kelamaan akan menjadi hilang dan hasilnya bersih.
5. Sampai saat ini belum bisa dilakukan pembakaran yang murni hidrogen. Artinya masih dibutuhkan bensin. “Secara teori bisa, tapi hal itu membutuhkan syarat komponen mesin yang kuat atau lebih dari kondisi jeroan mesin saat ini,” cuap Hamzah. Misal dari titanium. Semata untuk mengantisipasi ledakan energi yang begitu kuat.
6. Untuk satu liter air, akan menghasilkan 1.860 liter gas. Air di tabung akan habis jika sudah mencapai jumlah gas sebanyak itu.
7. Dalam perawatannya, air cukup ditambah. Jika sudah berkurang, maka masukkan air baru sesuai takaran tabung.

(Penulis/Foto : Nurfil/Herry Axl motorplus)



Rating: 4.5

Rabu, 07 Januari 2009

Terapi Air Minum

MINUM AIR PADA SAAT PERUT KOSONG

Di Jepang sekarang ini sangat popular sekali trend minum air segera setelah bangun pagi. Apalagi, test ilmiah telah membuktikan keampuhannya. Kami memberikan deskripsi penggunaan air kepada pembaca kami dibawah ini. Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit modern. Penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut : Sakit kepala, sakit badan, sistem jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsy, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancer, dan penyakit telingan hidung dan kerongkongan.

METODER TERAPI
  1. Setelah Anda bangun pagi sebelum menggosok gigi, minum 4 x 160 cc (gelas) air.
  2. Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apa pun selama 45 menit.
  3. Setelah 45 menit Anda boleh makan dan minum seperti biasa.
  4. Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan makan ataupun minum apa pun selama 2 jam.
  5. Untuk Anda yang tua ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bisa digantikan dengan meminum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.
  6. Metode diatas adalah terapi untuk mengobati penyakit dari orang sakit dan orang lain dapat menikmati hidup sehat.



Daftar berikut adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi pengobatan / kontrol / mengurangi penyakit utama :
  1. Tekanan darah tinggi (30 hari)
  2. Asam lambung (10 hari)
  3. Diabetes (30 hari)
  4. Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)
  5. Kanker (180 hari)
  6. Tuberculosis (90 hari)
  7. Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi di atas ini hanya 3 hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan setersnya – setiap hari.

Metode pengobatan ini tidak mempunyai efek samping, tetapi pada saat pelaksanaan pengobatan ini Anda mungkin akan buang air beberapa kali. Adalah lebih baik jika kita melanjutkan terapi ini dan menjadikan prosedur ini sebagai rutinitas kerja dalam kehidupan kita. Minum air dan tetap sehat dan aktif. Hal ini masuk akal … Orang Cina dan Jepang minum teh hangat pada saat makan mereka … bukan air dingin. Mungkin sudah waktunya kita mengadopsi kebiasaan minum mereka sewaktu makan !!! Tidak ada yang dirugikan dari hal ini.

Untuk yang suka minum air dingin, artikel ini mungkin berguna untuk Anda. Adalah enak untuk minum minuman dingin setelah makan. Bagaimanapun, air dingin akan memadatkan minyak yang Anda konsumsi. Ia akan memperlambat pencernaan. Setelah "kotoran" ini bereaksi dengan asam, ia akan dipecahkan dan diserap oleh intestine lebih cepat dari pada makanan padat. Ia akan berbaris dalam usus besar. Dengan cepat, ini akan berubah menjadi lemak dan menjadi pemicu kanker. Adalah sangat bagus untuuk minum sup hangat ataupun air hangat setelah makan.

Pesan yang serius untuk serangan jantung :
  • Wanita seharusnya tahu jika tidak semua simptom serangan jantung adalah sakit pada lengan kiri.
  • Berhati-hatilah terhadap sakit yang sangat pada garis rahang.
  • Kamu mungkin tidak pernah merasakan sakit pertama pada dada selama serangan jantung.
  • Pusing dan keringat berlebihan merupakan simptom pada umumnya. 60% dari orang mengalami serangan jantung ketika mereka sedang tidur tetapi tidak bangun lagi.
  • Sakit pada rahang dapat membangunkan. Anda dari tidur yang lelap mari berhati-hati dan sadar. Makin banyak kita tahu, kesempatan bertahan hidup menjadi besar.


Rating: 4.5

Jumat, 26 Desember 2008

Tes Komparasi Honda Blade 110R Vs Yamaha Jupiter-Z CW

Yup! Senjata siapa yang paling tajam antara Honda Blade 110R dengan Yamaha Jupiter Z CW (Cast Wheel)? Kalau dilihat dari berbagai aspek, keduanya punya kedekatan. Bahkan boleh dibilang mirip! Misal, dari harga atawa dari kapasitas mesin. Keduanya, tidak terpaut jauh!

Biar mantap dan punya jawaban pasti, gimana kalau keduanya bertarung secara jantan. Biar adil, Em-Plus yang jadi wasitnya. He…he…he…. Maksudnya, jadi tester-nya gethu! Siap!


BLADE LEBIH TAJAM

Spesifikasi engine yang tak berbeda jauh (Blade 109,1 cc dan Jupiter 110,3 cc), tapi kemampuan Blade membelah jalan lebih tajam ketimbang Jupiter. Pembuktian, nggak sekedar lewat feeling. Tapi dilakukan dengan dua tes. Yaitu dynotest untuk mengukur power dan Vericom VC-3000 buat catat angka akselerasi.

Pakai Vericom waktu tempuh jarak 0–60 km/jam, Blade tembus di angka 5,55 detik. Sedang Jupiter bermain di angka 6,27 detik.

Pembuktian performa selanjutnya, dilakukan di atas mesin dyno. Kali ini, Yamaha Jupiter-Z sanggup bertarung hingga power mengukuhkan angka 6,95 dk di 7.500 rpm. Tapi tak disangka meski kapasitas silinder Blade lebih kecil, power yang dihasilkan sedikit lebih besar ketimbang Jupiter. Yaitu, 7,12 dk di 8.000 rpm. Memang sih, angka yang dihasilkan keduanya hanya terpaut 0,17 dk.

SELISIH 2 KM


Lanjut ke pertarungan siapa yang lebih cepat haus. Apakah Blade atau Jupiter? Apalagi ketika berperforma di tengah panas terik, tentu dehidrasi bisa hinggap. Pembuktian dilakukan lewat tabung bensin infus buatan.

Em-Plus tuang bensin ke tabung yang disambung langsung ke karburator. Setelah itu, langsung ajak keduanya keliling bergantian. Lagi-lagi, Blade yang punya senjata lebih tajam tapi nggak cepat haus.

Buktinya bobot tester yang tidak lebih dari 70 kg, hanya dengan 200 cc Premium, Blade sanggup berjalan hingga 9,5 km. Sedang Jupiter, di belakang 2 km dari Blade alias cuma sanggup berjalan sejauh 7,5 km.

Itu artinya, untuk satu liter Premium, Blade sanggup berlari hingga 47,5 km (5 x 9,5 km). Sedangkan Jupiter, hanya 37,5 km (5 x 7,5 km). Wah, kalau dihitung seluruhnya, angka yang cukup fantastis bukan?

HANDLING

Boleh dibilang, antara Blade dan Jupiter mempunyai setang yang sudutnya lebih ke dalam (mendekati pengendara). Tapi, keduanya tetap menawarkan kenyamanan. Terlebih lagi buat manuver di tikungan.

Hanya saja dari keduanya, Blade punya handling lebih responsif. Ya! Ketika diajak berzig-zag atau manuver mendadak. Frame dan setang Blade seakan kompak mengikuti gerakan spontan itu. Sedang Jupiter, terasa sedikit lebih kaku. Tapi secara keseluruhan, keduanya boleh diandalkan!

BEDA SETENGAH JUTA

Hal menarik! Dengan kemampuan yang dikeluarakan keduanya, pilihan mencari senjata pilihan tergantung sobat. Tapi yang perlu diketahui, untuk memiliki Yamaha Jupiter-Z tipe cast wheel (CW) kudu merogoh kocek sekitar Rp 14 jutaan.

Sedang Honda Blade 110R yang seluruhnya dilepas dengan tipe pelek CW dijual seharga Rp 13,5 juta. Itu artinya, selisih yang ditawarkan berbeda Rp 500 ribu atau setengah juta lebih murah Blade. Pilih mana?

FIGHT ANTAR BROTHER

Maaf! Bukannya Em-Plus ingin menabur kebencian dengan adanya pertarungan sesama saudara. Tapi pastinya pembaca juga ingin tahu kehebatan performa Blade yang baru lahir ketimbang dua saudaranya yang duluan lahir. Ya, Honda Supra X 125 dan Honda Revo.

Pertarungan dilakukan di atas mesin dynotes! Dari hasil yang diberikan, Blade ada di tengah ‘mereka’. Ya! Dengan power 7,12 dk, Blade menduduki urutan kedua setelah Supra X 125 yang pegang tenaga sebesar 7,99 dk atau tertinggi.

Sedang sang kakak (Revo) yang punya mesin tipe C-Series duduki peringkat buncit dengan power 6,41 dk. Artinya lagi, Blade yang lahir dengan mesin baru ini, patut dan memang harus diperhitungkan!


sumber : motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/332
Rating: 4.5
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...